Seni kaligrafi manual adalah bentuk ekspresi visual yang menggabungkan keindahan tulisan dengan nilai-nilai estetika dan spiritual. Dalam setiap goresan tinta, terdapat ketelitian, kesabaran, dan jiwa sang seniman yang tertuang dalam bentuk huruf-huruf indah. Kaligrafi bukan sekadar menulis huruf dengan gaya tertentu, melainkan menciptakan karya seni yang hidup dan bermakna. Keindahan kaligrafi terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan melalui bentuk, ritme, dan harmoni visual yang memikat mata serta menyentuh hati.

Keunikan dari kaligrafi manual terletak pada proses pembuatannya yang sangat personal. Tidak seperti tulisan digital yang seragam dan otomatis, kaligrafi manual menuntut keterampilan tangan, penguasaan alat seperti pena kaligrafi atau kuas, serta pemahaman mendalam terhadap bentuk huruf dan komposisi. Setiap karya kaligrafi adalah hasil dari latihan yang panjang dan dedikasi tinggi. Bahkan kesalahan kecil dalam satu goresan bisa mengubah makna atau estetika keseluruhan karya. Inilah yang membuat kaligrafi manual begitu istimewa—ia menghargai proses, ketekunan, dan keunikan setiap individu.

Lebih dari sekadar seni rupa, kaligrafi manual juga memiliki dimensi spiritual dan budaya yang kuat. Dalam tradisi Islam, misalnya, kaligrafi Arab digunakan untuk menuliskan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penghormatan dan keindahan. Di Tiongkok dan Jepang, kaligrafi menjadi bagian dari praktik meditasi dan filosofi hidup, di mana setiap sapuan kuas mencerminkan keseimbangan batin. Kaligrafi juga hadir dalam budaya Barat, seperti kaligrafi latin yang digunakan dalam dokumen resmi, undangan pernikahan, hingga seni modern. Keberagaman ini menunjukkan bahwa kaligrafi adalah bahasa universal yang melampaui batas geografis dan zaman.

Di era digital yang serba cepat dan instan, seni kaligrafi manual menjadi oase yang mengajak kita merenung, dan menghargai keindahan dalam detail. Banyak seniman dan pecinta seni kini kembali menghidupkan kaligrafi sebagai bentuk terapi, ekspresi diri, dan pelestarian budaya. Workshop kaligrafi, komunitas daring, hingga pameran seni kaligrafi semakin marak dan diminati oleh berbagai kalangan. Ini membuktikan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, sentuhan manusia dalam seni tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Sebagaimana kutipan inspiratif dari seorang seniman kaligrafi menyatakan: "Kaligrafi adalah meditasi dalam gerakan. Setiap goresan adalah napas, setiap huruf adalah jiwa." Kutipan ini menggambarkan betapa dalamnya makna di balik setiap karya kaligrafi. Ia bukan hanya seni visual, tetapi juga refleksi spiritual dan emosional dari penciptanya.

Dengan segala keindahan dan maknanya, seni kaligrafi manual bukan hanya warisan budaya, tetapi juga jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia mengajarkan kita tentang kesabaran, ketelitian, dan pentingnya menyampaikan pesan dengan cara yang indah. Dalam setiap guratan tinta, tersimpan cerita, nilai, dan jiwa yang tak tergantikan oleh mesin. Kaligrafi manual adalah bukti bahwa tulisan bisa menjadi seni, dan seni bisa menjadi doa.

lanjutannya klik di sini...

Thursday, February 20, 2025

Plat Kuningan VS Stenlis Gold

Beberapa tahun terakhir, penggunaan bahan plat stenlis gold (warna emas) lebih banyak diminati oleh para customer dan pengrajin huruf timbul, produk seni kaligrafi, dan jenis-jenis produk kreatif lainnya. Bahan plat stenlis gold termasuk tipe stenlis varian 201.

Dibandingkan dengan bahan plat kuningan, plat stenlis gold memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan yang paling mendasar adalah harganya lebih murah dan ukurannya lebih luas.

Kelebihan-kelebihan lainnya adalah plat stenlis gold memiliki permukaan relatif lebih rata sehingga hasil produk yang dibuat misalnya huruf timbul atau kaligrafi terlihat lebih bagus. Bahan kuningan memiliki permukaan sedikit bergelombang karena bahannya tidak sekeras plat stenlis gold, agak empuk. Hasil produk kerajinan yang dibuat dari bahan kuningan apalagi ukurannya besar, maka permukaan produk tersebut tidak sebagus produk yang dibuat dari bahan stenlis gold.

Plat stenlis gold tidak membutuhkan proses pemolesan karena permukaan sudah mengkilap dari bahan dasarnya. Berbeda dengan plat kuningan, untuk membuat permukaan mengkilap harus melalui proses pemolesan dan coating. Hal ini tentu saja membutuhkan waktu dan biaya lebih besar. Plat stenlis gold tidak membutuhkan maintenance yang mahal dan aman digunakan untuk indoor dan outdoor. Berbeda dengan bahan kuningan, apabila digunakan untuk outdoor, maka dalam beberapa tahun diperlukan lagi pemolesan dan coating ulang.

Gambar di atas adalah contoh produk kaligrafi "Laa Ilaaha Illaa Allah Muhammad Rasulullah" yang dibuat dari bahan plat stenlis gold. Inilah beberapa kelebihan dari plat stenlis gold vs. plat kuningan menurut pengamatan dan pengalaman kami di lapangan. (abuqail)
lanjutannya klik di sini...

Memasang kaligrafi nama Allah dan Nabi Muhammad di masjid, terutama dalam tradisi seni Islam, sebenarnya merupakan hal yang umum dan telah lama menjadi bagian dari budaya Islam. Dalam pandangan banyak ulama, ini lebih berkaitan dengan keindahan, penghormatan, dan pengingat terhadap Allah dan Nabi Muhammad, bukan sesuatu yang termasuk dalam bid'ah yang sesat.

Kaligrafi ini berfungsi sebagai elemen estetika yang mengingatkan pengunjung masjid akan keagungan Allah dan teladan Nabi. Al-Qur'an sendiri mendorong umat Islam untuk menghias masjid dan membuatnya menjadi tempat yang rapi dan indah (misalnya dalam Surah Al-Baqarah: 125 dan At-Taubah: 18 yang mendorong pemeliharaan masjid). Para ulama pun umumnya tidak menganggap memasang kaligrafi semacam ini sebagai bid'ah yang tercela, karena bukan merupakan penambahan atau perubahan pada ajaran dasar Islam, melainkan sekadar ekspresi seni yang tidak mengubah aturan ibadah.

Namun, ada beberapa pihak yang merasa bahwa pemasangan kaligrafi tersebut berpotensi mendistraksi konsentrasi dari ibadah jika terlalu menonjol atau berlebihan. Karena itu, banyak yang menyarankan memasang kaligrafi dengan cara yang sederhana dan tidak mencolok, agar tetap menciptakan suasana yang sakral dan tenang.

Jadi, secara umum, memasang kaligrafi nama Allah dan Muhammad di masjid tidak dianggap sebagai bid'ah yang sesat, selama tujuannya baik dan penerapannya seimbang serta tidak mengganggu kekhusyukan dalam beribadah.

Bagaimana Pendapat yang Menyatakan bahwa Lafazh Allah & Muhammad tidak Boleh Sejajar.

Ada pandangan dalam tradisi Islam bahwa tulisan nama "Allah" dan "Muhammad" sebaiknya tidak dipasang sejajar, melainkan nama Allah diletakkan sedikit lebih tinggi. Hal ini muncul dari rasa hormat dan adab dalam mengagungkan Allah sebagai Sang Pencipta, sementara Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Menempatkan nama Allah lebih tinggi dari nama Nabi Muhammad dimaksudkan untuk menekankan bahwa posisi Allah dan Nabi Muhammad tidak sejajar dalam makna ketuhanan. Allah adalah yang paling agung, dan Nabi Muhammad adalah makhluk yang diutus-Nya untuk membawa risalah. Ini juga sesuai dengan ajaran tauhid, yang menekankan bahwa hanya Allah yang layak disembah, sementara Nabi Muhammad sebagai manusia dan rasul adalah sosok yang kita cintai dan ikuti.

Namun, penting untuk dipahami bahwa aturan ini tidak bersifat wajib secara syariat. Ini lebih merupakan praktik kehati-hatian (ihtiyat) yang muncul dari adab dan rasa hormat, bukan ketentuan mutlak. Banyak masjid yang menempatkan nama Allah dan Muhammad sejajar sebagai bagian dari kaligrafi yang indah, tanpa maksud menyamakan keduanya.

Pada gambar di atas, ini salah satu lokasi tulisan kaligrafi di Masjid Nabawi, dimana tulisan Allah sejajar dengan tulisan Muhammad, bahkan sejajar juga dengan tulisan para sahabat Nabi lainnya.

Jika di dalam sebuah masjid atau ruangan Anda memasang kaligrafi nama Allah dan Muhammad, meletakkan nama Allah sedikit lebih tinggi dari nama Nabi Muhammad bisa menjadi bentuk penghormatan tambahan. Tapi, jika sudah sejajar, umumnya juga masih diterima selama dipasang dengan niat yang baik dan penuh hormat.(abuqail)
lanjutannya klik di sini...

Tuesday, December 23, 2014

Kaligrafi Masjid Al Munawwarah Polman

Masjid Al Munawwarah adalah masjid kebanggaan warga Kota Polewali Mandar Sulawesi Barat. Tidak saja dari kemewahannya, masjid yang terletak dekat pantai Pelabuhan Polewali Mandar ini sudah lama dinanti warga setempat karena proses pembangunan relatif cukup lama hampir 4 tahun dan baru beberapa bulan bisa dipakai walaupun belum seluruhnya selesai/rampung

Masjid ini dibangun dan dibiayai oleh seorang pengusaha sukses asal daerah setempat, Bapak H. Hendra Singkarru yang tinggal di Jakarta. Bahkan Beliau berencana akan membangun sebuah masjid lagi di sekitar daerah itu. Berkat jasanya, kesabaran dan ketekunannya serta kepeduliannya terhadap daerahnya asalnya, maka tak heran beliau sangat disegani dan dihormati. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi warga yang cukup antusias dalam proses pembangunan dan dalam memakmurkan masjid itu. Alhamdulillah, kami LembagaQurani juga diberikan amanah untuk pengerjaan kaligrafi, mulai dari kubah sampai kaligrafi dinding dibuat dari bahan kuningan. Mudah-mudahan Allah swt. senantiasa memberikan kepadanya dan keluarganya kesehatan, panjang umur, keberkahan dan kemudahan rezki, amin.

Di bawah ini adalah kaligrafi ayat kursi dan ayat-ayat lainnya koleksi di masjid tersebut :

lanjutannya klik di sini...

Friday, March 21, 2014

www.lembagaqurani.com

Terhitung dari tanggal 18 Maret 2014 yang lalu, domain lembagaqurani kembali lagi menggunakan sub domain blogspot, artinya kembali ke www.lembagaqurani.blogspot.com seperti yang tayang ini. Sebelumnya selama beberapa tahun menggunakan domain berbayar dengan alamat seperti judul posting di atas. Peringkat rating di google cukup bagus. Dengan sedikit rasa kecewa, saya dan tim lembagaqurani lainnya terpaksa harus menerima kenyataan ini. Bukan hanya kami, para pelanggan dan calon pelanggan kami akan lebih kecewa tidak bisa akses ke website kami yang alamat url-nya sudah tersebar kemana-mana. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya karena perusahaan domain di mana saya register domain ternyata sudah tidak aktif, alias tutup. Tidak ada akses sama sekali kemana saya harus menghubungi.

Beberapa perusahaan webhosting lainnya sudah saya hubungi menanyakan kemungkinan apakah bisa register baru dengan domain yang sama. Semuanya menjawab tidak bisa kecuali diketahui kode 'unique' nya dari register yang lama. Solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan menunggu beberapa waktu sampai domain itu 'terlelang' dengan sendirinya dan selanjutnya register di perusahaan webhosting baru dengan domain yang sama.

Bagi para pelanggan yang sudah biasa akses www.lembagaqurani.com dan calon pelanggan yang mungkin sudah mencatat alamat website kami melalui katalog dan website lainnya, untuk sementara bisa mengakses melalui www.lembagaqurani.blogspot.com. Atau melalui website kami lainnya :
www.rumahkaligrafiqurani.blogspot.com
www.quranicatalogue.blogspot.com
www.indograp.blogspot.com
www.lembagaqurani.indonetwork.co.id
lanjutannya klik di sini...

Friday, November 18, 2011

Sertifikasi Dewan Hakim Kaligrafi

Bertempat di gedung LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an) Jawa Barat, kegiatan sertifikasi diikuti oleh seluruh dewan hakim cabang MTQ kota/kabupaten se-Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan tiga tahap dimulai dari tanggal 15 - 17 Nopember 2011. Tujuannya untuk memberikan pengakuan tingkat kelayakan sebagai seorang dewan hakim di cabang masing-masing. Saya sebagai dewan hakim cabang kaligrafi dan dewan hakim lainnya dari cabang syarhil qur'an, fahmil qur'an dan M2IQ (Musabaqah Menulis Isi AlQur'an sebelumnya disebut M2KQ) menjadi peserta pada tahap ini.

Setelah para peserta melakukan registrasi, acara diawali dengan beberapa sambutan dari panitia. Setelah sambutan panitia, acara selanjutnya adalah simulasi dari seluruh cabang. Simulasi pertama adalah simulasi dari cabang syarhil qur'an. Dalam kegiatan ini panitia menampilkan salah satu group dari cabang syarhil. Kemudian para dewan hakim yang membidangi cabang tersebut diberikan tugas untuk memberikan penilaian terhadap penampilan peserta tersebut. Sedangkan para dewan hakim lainnya hanya menyaksikan. Baru selesai simulasi pertama, Bapak Wagub Jawa Barat H. Dede Yusuf yang juga sebagai Ketua Umum LPTQ Jawa Barat memasuki aula gedung LPTQ. Hampir 1 jam Beliau memberikan sambutan dan pencerahan kepada peserta.

Simulasi kedua adalah simulasi peserta dari cabang fahmil qur'an (cerdas cermat). Pada kegiatan ini sama seperti pada simulasi cabang syarhil. Panitia menampilkan beberapa group fahmil qur'an, sedangkan dewan hakim peserta sertifikasi ditugaskan untuk memberikan soal atau pertanyaan-pertanyaan layaknya MTQ.

Simulasi ketiga adalah simulasi untuk cabang kaligrafi. Pada kegiatan ini panitia terlebih dahulu memberikan tes tertulis bagi peserta sertifikasi dari cabang kaligrafi. Setelah menyelesaikan tes, para dewan hakim kaligrafi diminta untuk menilai hasil karya yang telah disiapkan sebelumnya, meliputi golongan naskah, golongan hiasan mushaf, dan golongan dekorasi. Hasil penilaian selanjutnya diserahkan kepada panitia.

Posting oleh : Abulladi
Peserta seritifikasi cabang kaligrafi utusan Kabupaten Bekasi
lanjutannya klik di sini...

Thursday, May 12, 2011

LembagaQurani on TV

Pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2011 adalah hari yang rasanya tidak berlebihan jika dikatakan hari yang sangat bersejarah. Hari yang tidak bisa dilupakan (unforgetable moment) sepanjang perjalanan karya lembagaqurani. Pada hari itu ANTV, salah satu stasiun televisi nasional mengadakan liputan terhadap kegiatan dan beberapa proyek penulisan yang sedang dikerjakan oleh Lembagaqurani. Bagaimana ceritanya, tunggu posting berikutnya. lanjutannya klik di sini...

Sunday, August 01, 2010

Masjid Al Hambra Andalusia

Masjid ini terletak di kawasan Sentul City Bogor yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan (mall) Bellanova. Sangat strategis dikelilingi oleh panorama alam yang indah dengan cuaca yang sejuk. Tak heran masjid ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar Jadebotabek lebih-lebih pada akhir pekan.

Tidak hanya masjid, di komplek ini juga sedang dibangun kampus STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) TAZKIA yang rencananya akan mulai ditempati mahasiswanya mulai tahun pelajaran yang akan datang. Selama ini masih menempati kampus di Dramaga Bogor. Masjid dan kampus ini dikelola oleh Yayasan Andalusia Islamic Center dengan ketua umum Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.

Puji syukur alhamdulillah LembagaQurani bisa turut andil dalam membangun masjid ini yang menurut Bapak H. Dahlan (pimpinan proyek pembangunan) telah menelan biaya lebih dari 6 miliar dari 10 miliar yang dianggarkan. Bapak Ketua Umum Yayasan Andalusia Islamic Center, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. memberikan mandat langsung kepada kami LembagaQurani untuk penulisan kaligrafi di kubah dan sekitarnya. Termasuk juga mihrab yang nantinya menggunakan motif dan ornamen relief (timbul) insya Allah.

Anggota tim penulis:
  1. Abulladi Elqail (Perancang merangkap penulis)
  2. H. Mahmud Basri (Penulis)
  3. Syarif Hidayat (Arip) (Lay-out sket, dekorasi, dan relief)
  4. Moh. Zaki (finishing)
  5. Moh. Syukran (finishing)
  6. Lukman Hakim (mal & dekorasi)
  7. Agus Sholeh (dekorasi & konsumsi)
  8. Moh. Giman (finishing)
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga pekerjaan ini bisa berjalan dengan lancar, terutama Bapak H. Dahlan, Bapak Lili, Mas Topan, dan lain-lainnya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang memakmurkan masjid, amin.


Inilah hasil akhir karya kubah, foto menggunakan camera HP
lanjutannya klik di sini...

Posted by : Abulladi (Pembina kaligrafi kafilah Kabupaten Bekasi)

Semula berita ini saya akan muat pada saat berlangsungnya perlombaan. Namun karena kendala teknis, terpaksa baru bisa dimuat beberapa hari setelah acara selesai. HP modem saya tidak bisa berfungsi secara optimal. Buru-buru mau posting, OL sekedar buka FB dan email sebentaran saja tidak bisa. Laptop dibawa setiap hari ke penginapan di Wisma Graha Insan Cita dengan tujuan agar informasi bisa diakses secara lengkap. Di wisma ini saya (pembina kaligrafi), Ustadz H. Enjuk Marzuki (pembina fahmil), dan Ustadz H. Imam Mulyana (pembina tilawah) tinggal bersama selama 1 minggu dari tanggal 2 - 9 Mei 2010. Kami bertiga bagian dari anggota kafilah Kabupaten Bekasi yang dipimpin oleh Bapak H. Abdillah Abd. Majid sebagai pimpinan kafilah.

Pelaksanaan lomba kaligrafi/MKQ (Musabaqah Khattil Qur'an) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun ini bertempat di Kota Depok. Para peserta merupakan utusan atau kafilah yang mewakili kota/kabupaten se-Jawa Barat. Mereka adalah para juara-juara yang telah mengikuti seleksi atau perlombaan pada tingkat kota/kabupaten.

MKQ merupakan salah satu cabang yang diperlombakan dalam kegiatan MTQ secara keseluruhan yang diadakan setiap tahun di kota/kabupaten yang berbeda sesuai giliran masing-masing. Menurut informasi, MKQ yang akan datang akan dilaksanakan di Kota Sukabumi. Bagaimana hasil karya para peserta pada MKQ kali ini. Tentu saja semua mengakui bahwa lomba kaligrafi tingkat Jawa Barat dianggap memiliki kualitas yang mendekati lomba tingkat nasional. Dengan kata lain para juara dari masing-masing cabang (cab. penulisan naskah, hiasan mushaf, dekorasi) akan memiliki peluang sangat besar untuk memenangkan lomba di tingkat nasional.

Banyak para kaligrafer yang cukup berbakat tidak tampil di Jawa Barat untuk menghindari persaingan yang ketat. Mereka lebih menyukai tampil di provinsi lain khususnya di luar Jawa. Mereka ada yang tampil di Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, Sumatera. Mereka lebih baik kalah di tingkat nasional dibandingkan di tingkat provinsi.

Sukses Kabupaten Bekasi

"Luar biasa dan peristiwa langka",itulah penghargaan yang pantas disandang oleh kafilah Kabupaten Bekasi. Pasalnya, dari 6 cabang yang masuk babak final (cab. Fahmil Qur'an, cab. Tahfidz 30 juz, 20 juz, 10 juz, canet, dan cab. Tafsir Bahasa Indonesia) seluruhnya memperoleh juara I. Dari hasil ini, Kabupaten Bekasi menduduki peringkat 4 besar, naik satu tingkat dibandingkan pada MTQ tahun sebelumnya. Saya anggota kontingen tentu merasa senang atas keberhasilan ini walaupun cabang binaan saya hanya puas di posisi harapan 2 untuk golongan naskah putri. Pada sore harinya menjelang penutupan MTQ, Pak Kabag Kesra H. Abdillah Abd. Majid bersama Kasubag Pak Majid didampingi Kasi Penamas Pak H. Sobirin memanggil para pembina yang masih tinggal di penginapan. Kami bertiga kebetulan belum pulang. Pak Kabag mengucapkan terima kasih atas partisipasi para pembina dan seluruh tim kafilah Kab. Bekasi dan pada saat itu juga Pak Kabag memberikan tambahan uang saku buat pembina dan seluruh peserta. Selamat dan sukses buat Pak Kabag dan kafilah Kabupaten Bekasi!
lanjutannya klik di sini...

Related Posts with Thumbnails